
Agentic coding adalah pendekatan pengembangan software di mana sistem AI tidak hanya membantu menulis kode, tetapi bertindak sebagai agen otonom yang mampu memahami tujuan, merencanakan langkah, menulis dan menjalankan kode, mengevaluasi hasil, lalu memperbaiki dirinya sendiri secara iteratif.
Berbeda dengan AI coding assistant tradisional yang bersifat reaktif, agentic coding memungkinkan AI untuk “mengambil alih” sebagian alur kerja engineering—dengan manusia tetap berada di posisi pengawas dan pengambil keputusan.
Artikel ini membahas:
Untuk memperjelas posisi konsepnya:
Agentic coding adalah implementasi Agentic AI di domain software development.
Jika Agentic AI adalah paradigma di mana AI bertindak sebagai agen berorientasi tujuan (goal-oriented agent), maka agentic coding adalah penerapan paradigma tersebut pada aktivitas seperti:
Dengan kata lain, agentic coding bukan teknologi yang berdiri sendiri, melainkan turunan langsung dari arsitektur agentic.
Perbedaan ini penting karena banyak kebingungan di pasar.
AI-Assisted Coding
Agentic Coding
Singkatnya:
AI-assisted coding membantu menulis kode.
Agentic coding membantu menyelesaikan pekerjaan engineering.
Secara umum, agentic coding mengikuti pola berikut:
Manusia mendefinisikan what to achieve, bukan how to code.
Contoh:
Tujuan ini menjadi input utama bagi agen.
Agen AI:
Misalnya:
Tahap ini krusial karena di sinilah reasoning terjadi.
Agen:
Ini bukan satu kali eksekusi, tetapi loop otonom.
Jika hasil belum sesuai:
Loop ini berlanjut hingga:
Dalam praktik produksi:
Agentic coding tidak menghilangkan developer, tetapi mengubah perannya.
Bayangkan kasus berikut:
“Service X sering timeout saat load tinggi. Kurangi error rate.”
Dengan agentic coding, agen dapat:
Developer kemudian:
Untuk membawa agentic coding ke lingkungan nyata, ada beberapa komponen utama.
Menentukan:
Agen perlu:
Tanpa konteks, agen akan berperilaku seperti autocomplete canggih—bukan agen.
Agentic coding membutuhkan integrasi dengan:
(Topik ini dibahas lebih dalam di artikel Tooling & Infrastruktur Agentic Coding.)
Di produksi, Anda perlu tahu:
Tanpa observability, agentic coding berisiko menjadi black box.
Cocok untuk:
Tidak cocok untuk:
Agentic coding bukan silver bullet; ia memperbesar kualitas proses yang sudah ada, baik atau buruk.
Karena agentic coding bersifat otonom, risikonya meliputi:
Oleh karena itu, praktik-praktik berikut menjadi sangat penting:
Di sinilah agentic coding bersinggungan langsung dengan AI governance dan standar seperti ISO 42001.
Sebagai penutup, penting untuk kembali ke gambaran besar.
Agentic coding:
Jika Anda ingin memahami fondasi konseptualnya, lihat artikel:
“Apa Itu Agentic AI? Dari Pipeline ke Model-Native”.
Agentic coding menandai pergeseran dari:
AI yang membantu developer
menjadi
AI yang bekerja bersama developer sebagai agen.
Bagi organisasi yang siap (secara teknis dan governance), agentic coding membuka peluang efisiensi dan skala yang sebelumnya sulit dicapai.